TEFLON BERBAHAYA?
by ayokamubisa
Dari hasil bertanya dengan om google, banyak info yang pro dan kontra mengenai bahaya teflon. Namun sebelum berlanjut ke maslah pro dan kontra, ada baiknya kita tau dulu apa sih sebenarnya bahan dasar dari lapisan anti lengket itu sendiri.
Lapisan anti lengket mempunyai nama kimia Polytetrafluoroethylene (PTFE), merupakan bahan sintetic fluoropolymer dari tetrafluoroethylene. PTFE sendiri tidak dapat diproduksi tanpa menggunakan zat kimia perfluorooctanoic acid (PFOA). Penggunaan PTFE juga sangat beragam karena sifatnya yang anti lengket dan tidak menghantar listrik. PTFE digunakan antara lain pada penggorengan, kuali, rice cooker, setrika, dll. Pada penggorengan, dengan adanya lapisan ini dapat mengurangi penggunaan minyak goreng dan mudah dibersihkan.
Lalu apa saja pro dan kontranya? Pertama, untuk yang pro, dari hasil penelitian, bukti kerugian yang disebabkan PFOA dalam masakan sehari-hari masih rendah, karena membutuhkan studi sampai bertahun-tahun. PFOA adalah zat yang disebut "intermediate chemical" (zat kimia perantara) oleh ahli kimia industri, yaitu sesuatu yang dihasilkan selama proses manufaktur, tapi belum tentu ada pada produk akhir, atau hanya ada dalam jumlah kecil. Seorang anggota komite EPA, James E. Klaunig, seorang profesor bidang toxicology di Indiana University School of Medicine, mengatakan, "Menurut pengalaman saya dengan studi PFOA, begitu teflon diproduksi sebagai anti lengket, PFOA tidak ada lagi. Karena itu tidak mungkin PFOA terlepas dari teflon." Pernyataan ini diulang oleh pembuat peralatan masak teflon dari Perancis, T-FAL. Dalam websitenya, perusahaan menjelaskan bahwa PFOA adalah pecahan dari produk olytetrafluoroethylene, bahan dalam lapisan anti lengket. Pada proses manufaktur, perusahaan menghilangkan PFOA dari panci dan kuali T-FAL dengan suhu tinggi (572 derajat Fahrenheit). Hasilnya: "Lapisan ani lengket T-FAL tidak mengandung PFOA," jelas perusahaan.
Sementara dari pihak yang kontra, PFOA pada teflon ditengarai dapat menyebabkan pengaruh negatif terhadap hormon, sel saraf, dan sistem kekebalan tubuh. Bahaya zat kimia tersebut dapat menyerang siapa saja, tanpa dibatasi umur maupun jenis kelamin. Berdasarkan penelitian, akibat banyaknya pengguna alat masak berbahan teflon, didapati 95% darah penduduk Amerika mengandung unsur teflon. Sekarang, produk teflon di Amerika mencantumkan label bahaya teflon sebagaimana dilakukan produk rokok. Di samping memicu timbulnya berbagai penyakit, alat masak juga bisa membuang unsur-unsur terbaik dari masakan. Misalnya, bila kita diharuskan untuk memasak dengan suhu yang tinggi, menggunakan minyak atau air, maka nutrisi masakan akan banyak berkurang.
Penggunaan lapisan anti lengket yang terkelupas sering tidak kita sadari terjadi pada Panci rice cooker, karena biasanya kita kurang memperhatikan panci rice cooker kita dibanding dengan penggorengan. Bila beras bercampur dengan air yang terkontaminasi zat dari Lapisan anti lengket yang terkelupas akan menjadi satu ketika menjadi nasi. Demikian juga pada penggorengan dan kuali, meskipun mungkin tidak tiap hari dipakai namun tingkat kemungkian bahayanya sama dengan penggunaan pada rice cooker. Bahkan ada sebagian orang yang kembali menggunakan alat masak dari besi.
Tapi.... ternyata, Meskipun kita kembali mengunakan wajan besi, para ahli sains tahu bahwa besi menstimulasi produksi radikal bebas dalam tubuh. Jadi, mungkin saja mengkonsumsi besi dalam jumlah besar malah lebih berbahaya dari zat yang terkandung dalam teflon. Nah lho, jadi gimana dong?
Gak perlu bingung. Jika kita tetap ingin menggunakan teflon, pilihlah produk2 yang sudah terkenal. Jangan tergiur dengan harga yang murah. Yang kedua, jika ternyata lapisan teflon sudah mulai terlihat menipis atau tergores, ada baiknya kita segera menggantinya dengan yang baru. Yang pasti, sambil menunggu hasil riset lebih lanjut, ada baiknya kita selalu menerapkan pola hidup yang sehat. Dan jangan lupa, selalu memeriksa kesehatan kita secara berkala, agar kita dapat mengetahui gejala penyakit secara lebih dini.
Selamat memasak............
Label:
TEFLON BERBAHAYA?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Leave a Comment